Aku ingin sekali menceritakan kepada mu
Tentang betapa aku mencintai adikku
Muhammad shawabi

Umurnya berbeda tiga tahun denganku
Masa kecil kami begitu indah
Dia orang nya lucu, kadang usil dan baik
Cita cita kami sama menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan orang tua..
Waktu aku kuliah di bandung, dia masih SMA
Dia janji dengan ku bahwa dia juga akan kuliah di bandung menemani ku
Kami sempat 1 thn bersama di bandung
Dan setelah itu aku lulus dan kerja di batam..

Walaupun berat tapi dia berjanji untuk tetap kuliah yang rajin dan cepat lulus..
Akhir nya kami berpisah..
Walaupun kami jarang ketemu..yah mgkn lebaran berkumpul di padang..
Paling enggak masih bisa melepas kangen..

Dia baru lulus kuliah akhir november 2009
Gak berapa lama dapat tawaran kerja di jogja
Aku masih sempat berjanji liburan dan mengunjunginya di jogja
1 bulan setelah dia kerja jogja aku mendapat kabar kalo adik ku jatuh sakit di palembang..
Kebetulan dia dapat tugas kerja disana..
Papa dan mama begitu khawatir dan segera kesana
Aku sungguh tak mengerti mengapa aku tidak peka terhadap keadaan adikku
Aku tak pernah mengira adikku sesakit itu, aku juga tak pernah mengira bahwa kenangan manis dengannya takkan kurasakan lagi…..
Dan dia harus dibawa ke padang..
Adikku mengidap penyakit Kanker darah..
Banyak sekali selang yang ada di sekeliling tubuhnya
Di hidung, tangan, entah ada berapa banyak lagi yang bersembunyi di balik selimutnya

Papa dan mama tampak sangat khawatir
Kemoterapi yang harus dijalaninya
Entah berapa banyak kantung darah yang sudah ditransfusikan
Aku sedih sekali saat ku lihat dia begitu tabah ketika suster memasukkan jarum ke tangannya
Sedih sekali saat adikku mengerang karena suster salah memasukkan jarum
Tak hanya itu
Siapapun pasti ngeri dengan kantung darah dan selang yang menghubungkannya dengan lengan adikku

Tak hanya itu
Tubuhnya yang dulu bersih segar kokoh dan kuat
Perlahan pucat
Wajahnya tampak keunguan, dibawah mata nya berwarna hitam..bagian tangan dan kaki lebam lebam..
Pembuluh darah di mata kiri nya pecah..sehingga aku tak sanggup melihatnya..

Setiap malam dia tidak bisa tidur..akibat demam tinggi dan rasa sakit di bagian perut ,punggung di dada hampir seluruh tubuh nya..kata dokter efek dari kemoterapi nya..
sementara trombosit nya menurun drastis..

Aku teringat saat menemani nya untuk bisa tidur.. disaat dia tak kuasa menahan sakit..dan tak mengeluh..dia meminta ku utk berzikir bersama. ku tak sanggup menahan air mata..

Aku jarang sekali ngobrol dengannya juga membicarakan penyakitnya
Dia pun juga tidak tau dia sakit apa
Aku dan keluarga sengaja merahasiakan nya
Hanya tau nya trombosit turun
Aku tak mau menganggapnya sedang sakit
Ku anggap dia sehat-sehat saja karena aku tak ingin membuatnya tertekan

“Deras hujan yang turun mengingatkanku pada dirimu
Aku masih di sini untuk setia
Selang waktu berganti aku tak tahu engkau di mana
Tapi aku mencoba untuk setia
Di saat malam datang menjemput kesendirianku
Dan bila pagi datang ku tahu kau tak di sampingku
Aku masih di sini untuk setia”

Saat semua kenangan pahit, getir dan asam
Juga kenangan manis legit harus terhenti karena takdir
Di dalalm hati aku berdoa pada Allah
Jangan kau ambil adikku saat ini…

Aku memegangi kakinya yang selalu bergerak karena sakit
Di kamar pasien yang sepi, pagi itu adikku pergi
Hampir pukul lima subuh tepat dan semuanya tak dapat menahan isak tangis
Dia sudah pergi

Meninggalkan derita juga tubuhnya yang lemah

Dia pergi…dia pergi dengan tersenyum..
Semua lebam dan keunguan di wajah nya hilang
Dia telah pergi Ke tempat yang abadi,

Apakah adikku menggapai kesyahidannya?
Semoga….karena ujiannya yang berat berupa penyakit itu akan menghapusan semua dosanya

Sampai saat ini
Aku tak dapat menggantikan posisinya di dalam hatiku
Tak ada seorangpun yang dapat menggantikannya

Sekarang aku kangen…
Kangen sekali
ada saat di mana dia hadir dalam mimpi malamku
Sedikit banyak membantuku menghapus rindu

Ya Allah…..jangan buat dia menunggu dengan bosan
Menunggu kehadiran seluruh anggota keluarga
Bahagiakan dirinya, juga temani dengan segala yang indah…

Adik…tunggu aku
Tunggu aku
Aku takkan membuatmu kecewa
Aku akan berusaha menuju syurga Allah
Tunggu aku ya dek…..
Tunggu aku…
Kita akan berkumpul lagi, di akhirat nanti….

(for my beloved brother Muhammad shawabi)